tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya, (QS. [52] At-Tur : 8)
1 Tafsir Ringkas Kemenag
Ketika itu, tidak ada sesuatu pun, baik manusia maupun makhluk lain, yang dapat menolak atau menghindarinya,
2 Tafsir Lengkap Kemenag
Allah menerangkan bahwa azab tersebut tak seorang pun yang dapat menolaknya. Dan tidak pula ada jalan untuk keluar dari azab itu yang merupakan balasan bagi orang-orang yang telah menodai dirinya dengan perbuatan syirik dan dosa, dan yang telah menodai jiwanya dengan dusta terhadap para rasul dan hari kebangkitan. Kemudian diterangkan pula dalam ayat ini bahwa azab yang tidak dapat dihindarkan itu terjadi pada suatu hari tatkala langit berguncang di tempatnya.
3 Tafsir Ibnu Katsir
Seperti yang disebutkan dalam ayat selanjutnya:
tidak seorang pun yang dapat menolaknya. (Ath-Thur: 8)
Yakni tiada seorang pun yang dapat menolak azab itu dari mereka, jika Allah menghendakinya terhadap mereka.
Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Abud Dunia mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Daud, dari Saleh Al-Murri, dari Ja'far ibnu Zaid Al-Abdi yang mengatakan bahwa Khalifah Umar r.a. keluar di suatu malam untuk meninjau kota Madinah. Lalu ia melewati rumah seorang muslim yang secara kebetulan sedang berdiri mengerjakan salatnya, maka Umar r.a. berhenti mendengarkan bacaannya. Lelaki itu membaca firman-Nya: Demi bukit. (Ath-Thur: 1) sampai dengan firman Allah Swt.: sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya. (Ath-Thur: 7-8) Lalu Umar berkata, "Demi Tuhan Yang memiliki Ka'bah, ini adalah sumpah yang hak (benar)." Lalu Umar turun dari keledainya dan bersandar pada dinding dan diam dalam waktu yang cukup lama. Kemudian pulang ke rumahnya, sesudah itu ia tinggal di rumahnya selama sebulan, dijenguk oleh banyak orang tanpa mereka ketahui apa penyebab sakitnya.
Imam Abu Ubaid di dalam kitab Fadailul Qur’an mengatakan telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Hassan, dari Al-Hasan, bahwa Umar r.a. membaca firman-Nya: sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya. (Ath-Thur: 7-8) Maka Umar pun sakit keras karenanya selama dua puluh hari, yang selama itu banyak orang menjenguknya.
4 Tafsir Al-Jalalain
(Tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya) yang mampu menolak azab itu.
5 Tafsir Quraish Shihab (Al-Misbah)
Sesungguhnya azab Tuhanmu yang dijanjikan untuk orang-orang kafir pasti akan turun kepada mereka. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi mereka dari siksaan itu.