Wa Mā Kāna Lahum Min 'Awliyā'a Yanşurūnahum Min Dūni Allāhi Wa Man Yuđlili Allāhu Famā Lahu Min Sabīlin. (aš-Šūrā 42:46)
Artinya:
Dan mereka tidak akan mempunyai pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah tidak akan ada jalan keluar baginya (untuk mendapat petunjuk). (QS. [42] Asy-Syura : 46)
1 Tafsir Ringkas Kemenag
Dan mereka, orang-orang yang rugi dan zalim itu, tidak akan mempunyai pelindung yang dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab di akhirat nanti selain Allah Yang Mahakuasa. Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah akibat kesesatannya, tidak akan ada jalan keluar baginya untuk mendapat petunjuk.
2 Tafsir Lengkap Kemenag
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa seseorang tidak akan mendapat pertolongan dari siapa pun untuk menyelamatkan mereka dari siksa yang menimpa Mereka. Berhala-berhala yang pernah disembah mereka di dunia tidak dapat sama sekali memberi pertolongan, bahkan mustahil akan dapat membela mereka dan melepaskan mereka dari azab yang sedang menimpa mereka. Ayat 46 ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa orang yang dibiarkan Allah sesat itu telah menjadi watak dan tabiat mereka akan selalu berbuat kejahatan, kerusakan dan pelanggaran-pelanggaran terhadap larangan agama; mereka tidak akan dapat lagi diperbaiki, tidak akan dapat lagi melakukan hal-hal yang hak dan benar di dunia ini, dan tidak akan dapat memasuki surga Jannatun Na'im di akhirat nanti.
3 Tafsir Ibnu Katsir
Firman Allah Swt.:
Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. (Asy-Syura: 46)
Yaitu yang dapat menyelamatkan mereka dari azab dan siksaan yang sedang mereka alami.
Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidaklah ada baginya sesuatu jalan pun (untuk mendapat petunjuk). (Asy-Syura: 46)
Maksudnya, tiada jalan selamat baginya.
4 Tafsir Al-Jalalain
(Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah) yang dapat menolak azab-Nya dari diri mereka (Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidaklah ada baginya sesuatu jalan pun) yaitu jalan yang benar baginya di dunia dan jalan yang dapat mengantarkannya ke surga, di akhirat kelak.
5 Tafsir Quraish Shihab (Al-Misbah)
Mereka tidak mendapatkan, di antara tuhan-tuhan selain Allah yang mereka sembah dan mereka taati dalam berbuat maksiat, penolong-penolong yang menyelamatkan mereka dari siksa-Nya. Orang-orang yang tersesat dari jalan kebenaran--karena buruknya pilihan mereka--tidak mempunyai jalan yang dapat menyelamatkan mereka.